Archive for March, 2005

Yang Tak Dapat Kupungkiri Lagi..

Sunday, March 27th, 2005

Hingga kulihat mawar merah seperti kilapan minyak yang menyala-nyala di tesleskop Hubble,,,,,

Aku terdiam

Tak ada lagi yang dapat kupungkiri!

-Journey of Love, 26-27 Maret 2005, ESQ training Mahasiswa angk. 1-

Mencari Makna Aku?

Thursday, March 24th, 2005

Waktu kini fana bagiku. Dan apa yang
dirangkumnya tak lebih dari sekadar ilusi. Hidupku
bukan masa lampau, bukan hari ini, apalagi akan
datang. Tak kutemukan eksistensiku di dimensi
ini. Aku sesuatu yang aku sendiri tak dapat
mendefinisikannya. Aku yang hadir, lalu tertawa,
kadang menangis, kadang mengerang, lalu
frustasi, kadang murka, selalu kadang.

Jiwaku tak lebih dari ketakberdayaan. Ruhku
hanya menumpang di jasadku beberapa saat untuk
kemudian melanjutkan pengembaraannya. Dan
jasadku tak lebih dari penantian jawaban, dan
selalu bosan tersiksa.
Lantas apa aku ini? Ruhku bukanlah aku, apalagi
jasadku. Jiwaku? Ah,,aku bahkan tak
mengenalnya. Otakku yang selalu bertengkar
dengan pikiranku? Mereka entah apa,,aku sendiri
tak tahu. Aku yang hadir, lalu tertidur, lalu
ngelindur, kadang kosong, lalu diam, kemudian lalu
kemudian dan berulang.
Jika kukenal tawa, maka sedetik kemudian
mengawang entah kemana.
Kala kurasa air mata, maka sejurus lagi meresap
hilang entah kemana. Aku terlalu sulit meraba aku,
indah atau buruk? lemah atau kuat? terang atau
gelap? karena aku tak mengenal aku.
Dan waktu selalu fana, hingga tak menyisakan
sedikit batang tubuhnya untuk menceramahiku
perihal aku. Detik ini aku merasa, dan esok
menjadi segera. Dan detik ini pada hari ini akan
menjadi detik ini pada esok hari yang telah menjadi
detik ini pada detik ini. Akupun lewat begitu saja.
Karena detik ini adalah detik ini 1 tahun kemudian,
atau 10 tahun kemudian, yang menjadi detik ini
pada detik ini. Dan aku dipermainkan.

Oh iya, kalau begitu, waktu yang fana atau aku
yang fana? Ah,,,ini terlalu rumit. Sebaiknya
kujalani saja,,lalu tertawa, kadang menangis,
kemudian murka. Walau aku tahu detik ini sesaat
lagi adalah detik ini pada detik ini. Dan itulah masa
depanku,,pada detik ini.
Sambil terus mencari, dan mencari, dan
mencari,,mencari,,mencari,,siapa aku,,, Dan untuk
apa aku dihidupkan,,, Sambil terus mencari, dan mencari, dan mencari,,mencari,,mencari,,jawaban atas pertanyaan temanku: “Kamu berpikir dan bergaya, lalu selanjutnya apa?”

Mungkin,,menunggu mati??

Detik ini, 090305
-13-

(makasih kang hari atas pertanyaannya yang menarik)

Cukupkah Aku?

Thursday, March 24th, 2005

Aku hanya seseorang dengan seribu keluh kesah berjudul SEANDAINYA,,,?

Sebuah kata yang sesungguhnya amat kubenci,,setidaknya menyiratkan betapa aku ini selayu daun di musim kemarau.

Kukenal adanya harum namun tak dapat terjamah sel-sel pembau dalam hidungku. Katahu adanya sejuk namun tak dapat kurangkum di sel-sel perasa dalam kulitku. Kusadar adanya nyawa namun tak kunjung dia menyapa sel-sel pencinta solar plexus-ku.

Aku akan disini dan meneruskan pengandaianku,,, Andai aku dia,, Andai aku mereka,, Andai aku kamu,,

Kini kunikmati kealpaanku apa adanya, aku akan hadir, aku akan berteriak. Hingga aku rasakan ada satu nyawa terbunuh oleh derap langkahku, aku akan pulang. Seperti kata temanku, "Segala yang kamu cari di dunia ini sebenarnya ada di diri kamu sendiri. sahabat terbaik, kekasih yang paling setia, alam semesta, bahkan pengejawantahan terjelas atas eksistensi Tuhan."

Ah ya,,mungkin memang begitu,,,

-13-

240305

( Thank to Mrs. Narcissus )