Pemakaman Sebuah Puisi : I
Thursday, July 7th, 2005Turut berduka cita
atas berpulangnya sebuah puisi
Sebagai rasa hormat
Kutempatkan dalam strata tertinggi
Dalam antologi mimpiku
111204
Turut berduka cita
atas berpulangnya sebuah puisi
Sebagai rasa hormat
Kutempatkan dalam strata tertinggi
Dalam antologi mimpiku
111204
Ada mahadewi
Ada kawan karya surgawi Ada larik puisi
Dan ada perih tak terperi Terulang kembali Lagi,
Hari ini
Sebuah puisi harus mati
111204
Ke-aku-an diriku ada dalam hatimu
Ke-kini-an cintaku ada dalam seluruhmu
Peri penyair dalam otakku
Kau gugah tuk kembali berlayar
Saat ia termabuk
Kau tinggal mati
Kutabur bunga di pemakamanmu
Juga endorfin yang mengendap
Agar tak lagi bersisa
111204
Ada keajaiban di sekelebat lalu
Karena tiap angin yang berhembus pasti mencipta sejuk
Karena tiap api yang berkobar pasti menjejak hangus
Di sisi makammu aku tersenyum
“Terima kasih peri mimpi”
260105
Jingga menyudut di batas atas, serat-serat cahaya berpendar di balik gumpal waktu. Hening… dan sabda itu tiba menjemput. Aku terpaku,,menatap jingga yang belum lagi surut. Kenapa harus aku?
Belum pula lengkap cinta kuhadirkan,,
Belum pula utuh kasih kupersembahkan,,
Kini aku hanya beku yang ditinggal sang dingin,,
Kini aku hanya canda yang ditinggal sang tawa,,
Kini aku hanya samudera yang ditinggal sang ombak,,
Bagaimana caraku menjumput langit tanpa angin yang menghantarkan
sayapku menujunya?
Bagaimana caraku mencumbu dermaga tanpa ombak yang membawa kapalku padanya?
Bagaimana caranya….?
Kubuka lagi kotak cinta dari ayah, ada sewujud kehangatan menerpa hatiku. Kehangatan yang terbungkus dalam kenangan.
Cermin dalam kotak itu pendarkan bayang wajahmu,,di setipis bola mataku yang berkaca-kaca. Sedetik kemudian bayangmu luluh oleh setetes air mataku.
Kusadari, ada raga yang hilang dari sisiku. Tapi hanya raga, tak kubiarkan sisanya kembali terampas utuh.
Hangat cintamu masih membara dihatiku,, kasih sayangmu masih terasa lembut belai jiwaku,, dan dirimu terjelma indah dalam tiap sel tubuhku…
Ayah, disana kau akan tersenyum bangga..saat kuarungi cahaya, saat ku gapai singgasana mimpiku. Kau akan tersenyum bangga…
140105
–13—
(hidup tak kekal selamanya, kita akan kembali,,suatu saat nanti)